Tabir Investigasi

Mengabdi untuk Negeri

Gegara Hubungan Gelap, Polisi Amankan Pembuang Bayi Jalan Sencaki

2 min read
Spread the love

 

Surabaya – Tak butuh waktu lama Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak langsung amankan pelaku pembuang bayi laki-laki di Jalan Sencaki Gang 2 Surabaya.

Penemuan bayi ini bermula, Senin (17/1/2022) sekitar pukul 17.30. Warga bernama Nuri mendengar teriakan anaknya, Via, dari luar rumah. Via memberitahu ada bayi yang berada di samping rumah dan terbungkus plastik warna merah. Nuri yang sedang mandi langsung bergegas. Saat keluar dan melihat bungkusan tersebut ia pun terkejut.

Wakapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Kompol Wahyu Hidayat menuturkan pelaku Ernasari (21) warga Sampang ibu kandung dari bayi.

“Dengan bergerak cepat anggota kami bersama Polsek Semampir melakukan penyelidikan di sekitar lokasi hingga menemukan tempat kos pelaku,” kata Kompol Wahyu, Rabu (19/1/) siang.

Wahyu mengungkapkan penangkapan pelaku pada Selasa (18/01) sekira pukul 21:45 wib, di warkop Jalan Nyamplungan Surabaya, Tim Reskrim merasa curiga bahwa Ernasari lah yang diduga membuang bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut.

“Selanjutnya pelaku diamankan beserta kaos warna biru tua, sarung warna hitam motif bunga, kresek berwarna merah dengan dan kantong plastik,” tuturnya.

Menurut Wahyu, awalnya pelaku merasa sakit perut disertai keluar ketuban dengan nekatnya pelaku memijat perutnya sendiri di dalam kamar, setelah itu lahirlah sang jabang bayi tersebut.

“Bayi tersebut merupakan hasil hubungan gelap dengan seorang pria yang bernama Sholeh, sejak sembilan bulan yang lalu sekira bulan Mei 2021. Pelaku berkenalan dengan seseorang lewat Facebook dan pelaku mengaku kerja di wilayah Suramadu,” terangnya.

Aku pelaku pacaran dengan Sholeh selama 4 sampai 6 bulan dan sering berhubungan layaknya suami istri. Setelah itu pelaku hamil lalu ditinggal oleh Sholeh serta nomor WhatsApp dan Facebook pelaku di blokir hingga pelaku tidak bisa menghubunginya.

“Saat ini, Bayi laki-laki itu dibawa ke Klinik Bidan Istiqomah di Jalan Sidotopo Surabaya, untuk dilakukan perawatan lebih lanjut. Kini pelaku dikenai pasal 80 Ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo pasal 305 Jo pasal 306 Ayat (2) Jo pasal 308 KUHPidana,” pungkasnya. (Mooch)

Enter the text or HTML code here

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *