Tabir Investigasi

Mengabdi untuk Negeri

Selama Puluhan Tahun, Warga Desa Hti Rantonaru Kecamatan Simpang Jernih Berharap Pembagunan Jalan

4 min read
Spread the love

 

Tabir-investigasi.com

Aceh – Warga Desa Hti Rantonaru Kecamatan Simpang Jernih Kabupaten Aceh Timur sangat menyedihkan saat beraktiftas karena pembangunan jalan yang belum tersentuh, padahal sudah 76 tahun Indonesia merdeka belum juga pernah ada pembangunan oleh pemerintah.

 

Jalan lintas Ujung Karang, Melidi, Simpang Jernih satu-satunya jalan masyarakat desa Hti Rantonaru, Desa Tamporpaloh dan Desa Melidi Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur Provinsi Aceh.

 

Menurut Sehat Muldi warga Warga Desa Hti Rantonaru, Jalan tersebut salah satu jalan penghubung antara Kecamatan Serbajadi Lokop dengan Kecamatan Simpang Jernih yang dilalui jalan setapak dengan mengunakan jangkat/ alat penggendong untuk membawa perbekalan/belanja hidup sehari-hari yang di beli dari kota di bawa pulang ke kampongnya dan sebaliknya untuk mengangkut hasil bumi di bawa ke kota untuk di jual Hasinya untuk membeli belanja sehari hari.

 

“Jarak tempoh dari desa hti ke ke kota kota lokop kecamatan serbajadi kurang lebih 20 km jarak dari hti ranto naru ke simpang jernih kurang lebih 15 km semantara dari hti ranto naru ke desa melidi.kurang lebih 7 km melalui jalan setapak. Dari desa melidi ke simpangjernih menggunakan bot mini
bahkan sampai ke Kuala simpang Aceh tamiang,” kata Sehat Muldi, dihadapan awakmedia Tabir-investigasi, Sabtu (29/5/2021) dengan penuh harapan dan kepastian pada Pemerintah.

 

Perlu diketahui,Pada tahun 80 an jalan tersebut di buka oleh pt TRD HPH untuk mengangkut balok di bawa dari hutan Hti ranto naru ke kota langsa sehingga jalan tersebut di jadikan jalan lintas perbelanjaan masyarakat di sana. Kemudian pada tahun 1996 PT TRD membuka terand Hutan tanaman Industri HTI di Ranto naru serta membangun pemukiman masyarakat sebanyak 600 unit rumah di ranto naru. Dan selanjutnya PT TRD juga membuka jalan tembus dari Ranto naru ke desa ujungkarang kecamatan serbajadi ( Lokop), sehingga masyarakat di sana menggunakan jalan tersebut menjadi jalan lintas Lokop melidi simpang jernih.

“Banyak masyarakat Lokop yang butuh pergi ke kuala simpang saat Itu banyak yang memlih menggunakan jalan lintas Lokop simpangjernih tembus Aceh taming, karena di Perkirakan Jarak tempuh perjalanan Lebih dekat dari pada melewati jalan lintas perlak lokop bila di bandingkan saat Itu,” terangnya.

 

Sehat Muldi menambahkan, Akibat komplik berkepajangan di Aceh pada tahun 1999-tahun 2000 warga teran pon bubar banyak yang pergi menyelamatkan diri. PT TRD pon kabur, Sehingga jalan ujungkarang melidi simpang jernih pun tertutup jadi semak belukar kembali karena sudah tidak adalagi yang merawatnya.

 

“Setelah terjadi perdamaian Antara Gam dan pemerintah ri masyarakat peribumi kembali disana dengan bercocok tanam di sana banyak hasil bumi seperti getah karet pinang cacau langsat durian padi di sana tidak tbisa di pasarkan karna jalan semak lumpur berlobang jambatan yang patah tidak ada yang perhatikan lagi,” terangnya.

 

Pada tahun 2018 Listrik PLN masuk ke desa Hti rantonaru desa tamporbor desa tamporpaluh dan desa melidi pada Saat Itu bupati Aceh timur mengirimkan Alat berat bulduser kusus untuk menarik terado yang mengkut tiang listrik kelokasi. bukan untuk memperbaiki jalan tersebut.

 

“Saat ini banyak warga desa Hti rantonaru yang berpikir bila pemerintah tidak sepatnya mambangun jalan ujungkarang melidi simpangjerni banya yang berencana untuk pindah kedesa lain karna hasilbumipon tidak tau mau di jual kemana?,” ungkapnya.

 

Lanjutnya, Makanya saya pun bersama keluarga saya 4 kk baru baru ini sudah mengurus surat pindah ke desa bunin kecamatan serbajadi untuk berobah nasib di desa bunin.

 

Sementara, selain dari masyarakat
Petugas PLN tem lokop pun menyampaikan hal yang sama di sampaikan Syarif husin salahsatu petugas tim pln tem Lokop pihak nya juga sangat berharap kepada pemerintah untuk segra membangun jalan ujungkarang melidi simpangjernih pasalnya setiap mati lampu di di desa hti ranto naru tamporbur tampur paluh melidi tem pln lokop harus memperbaikinya karena kondisi jalang begini kondisinya tem pln lokop tidak bisa bekerja maksimal.

 

“Karena terkandala dengan kondisi jalan sampai beberapa hari mati lampu baru bisa di perbauki seperti beberapa hari ini tem kami pergi kelokasi mati lampu di daerah tampor. Sampai di berawang kacang patang jambatan sepeda motor petugas terjatuh ke sungai. Begitu seterusnya perjuangan petugas pln tem lokop selama ini Apalagi di jalur tersebut petugas pln bukan hanya bertanggung jawab untuk mengurusi mati lampu saja tapi untuk pengutan rekeningpon sudah menjadi tanggung jawab karna kami karna petugas nya tidak bisa masuk,” kata Syarifhusin.

 

Gecek hti ranto naru Said Sarifudin berharap kepada pemerintah kabupaten Aceh timur, Agar dapat kiranya secepatnya membangun jalan ujungkarang melidi simpangjernih .

 

“Supaya masyarakat di pedalamab ini segera terbebaskan dari ketertinggalan,” harap Said Sarifudin.

Untuk keberimbangan berita kami telah melakukan konfermasi dengan Salah satu Anggota Dprk Aceh Timur dapil 3 Aceh Timur kasat Arina tentang keluhan masyarakat terkait kondisi jalan ujungkarang melidi simpangjernih.

 

Kasat Arina mengaku bahwa tahun 2021 Pemkab Aceh Timur, Akan membangun pengerasan jalan Ujungkarang melidi sumpangjernih dari desa Hti rantonaro sampai ke desa melidi sepanja 4.5 km itu sudah keluar databasenya,” kata kasat Arina.

 

Laporan Bukhari Muslim MH.

Enter the text or HTML code here

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *